Beranda » Uncategorized » PEMIKIRAN EKONOMI MASA NABI MUHAMMAD PARA SAHABAT

PEMIKIRAN EKONOMI MASA NABI MUHAMMAD PARA SAHABAT

PEMIKIRAN EKONOMI MASA NABI MUHAMMAD PARA

SAHABAT

Oleh

Musbitul Hasanah/ Ekonomi Pembangunan Universitas Trunojoyo Madura

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia

Salah satu misi Rasulullah diutus ke dunia ini oleh Allah adalah membangun rakyat yang beradab. Langkah awal yang dilakukan Nabi Muhammad menanamkan pemahaman keimanan dan keberadaannya di muka bumi ini. Ajaran nabi menjadikan manusia sebagai pribadi yang bebas dalam mengoptimalkan potensi diri. Kebebasan merupakan unsur kehidupan yang paling mendasar dipergunakan sebagai syarat untuk mencapai keseimbangan hidup. Nilai-nilai manusiawi inilah yang menyebabkan ajaran Nabi Muhammad berlaku hingga akhir zaman.

Setelah wafatnya nabi kepemimpinan dipegang oleh Khulafa al Rasyidin (sahabat nabi Muhammad.SAW), berbagai perkembangan, gagasan, dan pemikiran muncul pada masa itu. Hal ini tercermin dari kebijakan-kebijakan yang berbeda antar Khalifah itu sendiri, kebijakan-kebijakan itupun muncul sebagai akibat dari munculnya masalah-masalah baru. Salah satunya pemenuhan kehidupan masyarakat di bidang ekonomi. Sejumlah aturan yang bersumberkan Al-Qur’an dan Hadist Nabi hadir untuk memecahkan masalah ekonomi yang ada. Masalah ekonomi menjadi bagian yang penting pada masa itu. Sehingga Kegiatan ekonomi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia.

Pemikiran Ekonomi Nabi Muhammad SAW (571-632M)

Pada masa pemerintahan Rasulullah, perkembangan ekonomi tidaklah begitu besar dikarenakan sumber-sumber yang ada pada masa itu belum begitu banyak. Sampai tahun ke empat hijrah, pendapatan dan sumber daya negara masih sangat kecil. Madinah merupakan negara yang baru terbentuk dengan kemampuan daya mobilitas yang sangat rendah dari sisi ekonomi. Oleh karena itu, peletakan dasar-dasar sistem keuangan negara yang di lakukan oleh Rasulallah Saw. merupakan langkah yang sangat signifikan, sekaligus berlian dan spektakuler pada masa itu, sehingga Islam sebagai sebuah agama dan negara dapat berkembang dengan pesat dalam jangka waktu yang relatif singkat. Karenanya, Rasulullah saw segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat, yaitu:

a)      Membangun Masjid sebagai Islamic Centre.

b)      Menjalin Ukhwwah Islamiyyah antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar.

c)      Menjalin kedamaian dalam Negara

d)      Mengeluarkan hak dan kewajiban bagi warga negaranya.

e)      Membuat konstitusi Negara.

f)        Menyusun system pertahanan Negara

g)      Meletakkan dasar-dasar keuangan Negara

Sistem ekonomi yang di terapkan oleh Rasulullah Saw. berakar dari prinsip-prinsip Qur’ani. Alqur’an yang merupakan sumber utama ajaran Islam telah menetapkan berbagai aturan sebagai hidayah (petunjuk) bagi umat manusia dalam aktivitas di setiap aspek kehidupannya, termasuk di bidang ekonomi. Prinsip Islam yang paling mendasar adalah kekuasan tertinggi hanya milik Allah semata dan manusia diciptakan sebagai khalifah-Nya di muka bumi.

Prinsip-prinsip kebijakan ekonomi yang dijelaskan Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

  1. Allah Swt adalah penguasa tertinggi sekaligus pemilik absolut seluruh alam semesta.
  2. Manusia hanyalah Khalifahh Allah SWT dimuka bumi, bukan pemilik yang sebenarnya.
  3. Semua yang dimiliki dan didapatkan manusia adalah seizin Allah SWT, oleh karena itu, manusia yang kurang beruntung mempunyai hak sebagian atas kekayaan yang dimiliki manusia llain yang lebih beruntung.
  4. Kekayaan harus berputar dan tidak boleh ditimbun.
  5. Eksploitasi ekonomi dalam segala bentuknya, termasuk riba, harus dihilangkan
  6.  Menerapkan system warisan sebagai redistribusi kekayaan
  7. Menetapkan kewajiban bagi seluruh individu, termasuk orang-orang miskin

Beberapa pemikiran Rasulullah mengenai ekonomi islam antara lain sebagai berikut :

  1. Sumber penerimaan berasal dari Sumber pendapatan sekunder antara lain:

a)    Uang tebusan untuk para tawanan perang

b)    Harta karun temuan pada periode sebelum Islam

c)    Harta benda kaum muslimin yang meninggalkan negerinya

d)    Wakaf  harta benda yang diindikasikan kepada umat Islam pendapatannya didepositokan ke baitul mal

e)    Nawaib, yaitu pajak yang dibebankan kepada kaum muslimin yang kaya-borjuis

f)     Zakat fitrah

g)    Sedekah seperti korban dan korban dan Kaffarat- denda atas kesalahan yang dilakukan kaum muslimin pada acara ke agamaan seperti berburu pada musim haji.

  1. Pengeluaran baitul mal

Pada masa Rasulullah SAW, dana Baitul Mal dialokasikan untuk penyebaran Islam, pendidikan, dan kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan, pembangunan infrastruktur, pembangunan armada perang dan keamanan, dan penyediaan layanan kesejahteraan sosial.

  1. Instrumen kebijakan fiscal meliputi beberapa hal sebagai berikut:

a)    Peningkatan pendapatan nasional dan tingkat partisipasi kerja.

b)    Kebijakan pajak

c)    Anggaran. Dan

d)    Kebijakan fiscal khusus.

  1. Kebijakan moneter

Mata uang yang dipergunakan bangsa Arab, baik sebelum ataupun setelah Islam, adalah Dinar dan Dirham. Kedua mata uang tersebut memiliki nilai yang tetap dan karenanya tidak ada masalah dalam perputaran uang. Berkaitan dengan kebijakan Moneter berikut merupakan pemikiran Rasulullah mengenai kebijakan moneter :

a)    Penawaran dan permintaan uang. Pada masa pemerintahan Nabi Muhammad SAW, kedua mata uang tersebut diimpor; dinar dari romawi dan dirham dari Persia.

b)    Pemercepatan peredaran uang. Rasulullah mendorong masyarakat untuk mengadakan akad kerjasama dan mendesak mereka untuk memberikan Qard al-hasan untuk memperkuat percepatan peredaran uang. struktur pasar memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap pemercepatan peredaran uang. Jadi, dapat dikatakan bahwa pengahapusan struktur monopoli dari pasar perdagangan telah meningkatkan efisiensi pertukaran dan membawa perekonomian kepada distribusi pendapatan yang lebih baik.

Pemikiran Ekonomi Para Sahabat Nabi Muhammad ( Khulafaur Rasyidin)

  1. Masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq (537-634 M)

a)    Memperhatikan keakuratan penghitungan zakat sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan pembayarannya. Hasil  pengumpulan zakat tersebut dijadikan sebagai pendapatan negara dan disimpan dalam Baitul Mal untuk langsung didistribusikan seluruhnya kepada kaum muslimin sehingga tidak ada yang tersisa.

b)    Melaksanakan kebijakan pembagian tanah hasil taklukan, sebagian diberikan kepada kaum muslimin dan sebagian yang lain tetap menjadi tanggungan Negara. Di samping itu, ia juga mengambil alih dari tanah-tanah orang yang murtad untuk kemudian dimanfaatkan demi kepentingan umat Islam secara keseluruhan.

c)    Dalam mendistribusikan harta Baitul Mal tersebut, Abu Bakar menerapkan prinsip kesamarataan, memberikan jumlah yang sama kepada semua sahabat Rasulullah SAW dan tidak membeda-bedakan antara sahabat yang terlebih dahulu dengan sahabat yang baru memeluk Islam, antara hamba dengan orang merdeka, dan antara pria dengan wanita.

  1. Masa pemerintahan Umar ibn al-Khattab (584-644M)

Beberapa hal yang dilakukan  Umar ibn al-Khattab dalam pengembangan perekonomian umat Islam pada saat itu adalah:

a)    Pendirian lembaga Baitul Mal.

Untuk mendistribusikan harta Baitul Mal, Khalifah  Umar ibn al-Khattab mendirikan beberapa departemen yang dianggap perlu, seperti .

  1. Departemen Pelayanan Militer.
  2. Departemen Kehakiman dan Eksekutif
  3.  Departemen Pendidikan dan Pengembangan Islam.
  4. Departemen Jaminan Sosial.

b)     Mengklasifikasi pendapatan Negara menjadi empat bagian, yaitu: pendapatan zakat dan ‘Ushr (pajak tanah), pendapatan Khums dan Sedekah, pendapatan Kharaj, Fai, Jizyah, ‘Ushr (pajak Tanah), dan sewa tanah, pendapatan Lain-lain.

c)    Menerapkan beberapa kebijakan ekonomi lainnya, seperti : kepemilikan tanah, zakat.

d)    Menerapkan pajak ‘ushr kepada para pedagang yang memasuki wilayah kekuasaan Islam.

e)    Menetapkan bahwa dirham perak seberat 14 qirat atau 70 grain barley. Dengan demikian, rasio antara satu dirham dengan satu mitsqal adalah tujuh per sepuluh.

  1. Masa pemerintahan Utsman ibn Affan (577-656M)

a)    melakukan pembuatan saluran air, pembangunan jalan-jalan, dan pembentukan organisasi kepolisian secara permanen untuk guna  mengembangkan SDA.

b)    Dalam hal pengelola zakat, Khalifah  Utsman ibn ‘Affan mendelegasikan kewenangan menaksirkan harta yang dizakati kepada para pemiliknya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mengamankan zakat dari berbagai gangguan dan masalah dalam pemeriksaan kekayaan ytidak jelas oleh beberapa oknum pengumpul zakat

  1. Masa pemerintahan Ali ibn Abi Thalib (600-661M)

Selama masa pemerintahan  Ali ibn Abi Thalib system administrasi Baitul Mal, baik ditingkat pusat maupun daerah, telah berjalan dengan baik. Kerja sama antara keduanya berjalan dengan lancer maka pendapatan Baitul Mal mengalami surplus. Dalam pendistribusian harta Baitul Mal, Khalifah  Ali ibn Abi Thalib menerapkan prinsip pemerataan. Ia memberikan santunan yang sama kepada setiap orang tanpa memandang status social atau kedudukannya didalam Islam. Beliau  berpendapat bahwa seluruh pendapatan Negara yang disimpan dalam Baitul Mal harus didistribusikan kepada kaum muslimin, tanpa ada sedikitpun dana yang tersisa. Distribusi tersebut dilakukan sekali dalam sepekan. Hari kamis merupakan hari pendistribusian atau hari pembayaran. Pada hari itu, semua perhitungan diselesaikan dan, pada hari sabtu, perhitungan baru dimulai.

Pencetakan mata uang koin atas nama Negara Islam. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa pemerintahan tersebut kaum muslimin telah menguasai tegnologi peleburan besi dan pencetakan koin. Namun demikian, uang yang dicetak oleh kaum muslimin itu tidak dapat beredar dengan luas karena pemerintahan Ali ibn Abi Thalib berjalan sangat singkat seiring dengan  terbunuhnya Khalifah pada tahun ke 6 pemerintahannya.

Relevansi Pemikiran Ekonomi Nabi Muhammad dan Sahabat Dengan Kondisi Saat Ini

Jika kita relevansikan antara pemikiran Nabi Muhammad dan para sahabatnya atau di kenal dengan istilah kita yaitu Khulafaur rasyidin maka dapat kita rasakan bahwa sebagian pedoman yang di lakukanRasulullah telah menjadi pedoman oleh sebagian masyarakat yang masih belum terpengaruh terhadap perekonomian Global orang-orang barat. Di Indonesia, perkembangan pembelajaran dan pelaksanaan ekonomi Islam juga telah mengalami kemajuan yang pesat. Berbagai Undang-Undangnya yang mendukung tentang sistem ekonomi, antara lain Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang termasuk bank syariah di dalamnya. Oleh karena itu sebagai generasi penerus bangsa kita tetap harus berpegang teguh terhadap kesyariahan yang telah menjadi pedoman Nabi Muhammad SAW. Yang berpinsip pada Al-qur’an dan As-Sunnah.

Daftar Pustaka

Nasution, Mustafa Edwin, dkk.2006.Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam.Jakarta: Kencana.

http://maret27.multiply.com/journal/item/9?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem ( di akses tanggal 04 Oktober 2012 )

http://muhakbarilyas.blogspot.com/2012/04/sejarah-pemikiran-hukum-islam-masa.html ( di akses tanggal 04 Oktober 2012 )

http://agustianto.niriah.com/2008/04/11/sejarah-pemikiran-ekonomi-islam-1/

( di akses tanggal 04 Oktober 2012 )

http://pengantarekonomiis.multiply.com/journal/item/4/BAHAN ( di akses tanggal 04 Oktober 2012 )

http://tarbiyahweekly.wordpress.com/2007/10/25/sejarah-perkembangan-ilmu-ekonomi-islam/ ( di akses tanggal 04 Oktober 2012 )

http://www.uinsuska.info/pasca/index.php?view=article&catid=3:menu-utama&id=118:program-studi-ekonomi-islam-&format=pdf&option=com_content&Itemid=107 ( di akses tanggal 04 Oktober 2012 )

http://ponpes-nu.blogspot.com/2011/02/tradisi-dan-praktek-ekonomi-pada-masa.html ( di akses tanggal 04 Oktober 2012 )

http://rifatulhidayat-noor.blogspot.com/2012/03/pemikiran-dan-peradaban-islam-masa-nabi.html( di akses tanggal 04 Oktober 2012 )

NAMA : MUSBITUL HASANAH

NRP : 100231100012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s